Sabtu, 20 Agustus 2011

MENJADI PENONTON BIOSKOP YANG DEWASA (Bagian II)

Bagian satu baca di sini.

Selain hal-hal yang sudah kita bahas di atas, masih ada hal-hal lain yang mengganggu pemutaran film. Hal-hal itu adalah:

· Membawa anak kecil
Para orang tua maafkanlah saya. Saya belum pernah jadi orang tua namun menyadari betapa repotnya memiliki anak kecil. Mungkin Anda tidak dapat meninggalkannya saat Anda harus menonton di bioskop. Atau mungkin Anda berpikiran bahwa film yang sedang diputar dapat dikonsumsi anak-anak. Jika memang demikian, mohon bantuan Anda untuk mengajari anak tentang cara menjadi penonton bioskop yang dewasa. Anak kecil mungkin banyak bertanya. Jika demikian, lihat kembali poin nomor 2 tentang Dilarang Berbicara di artikel bagian pertama.



· Terlalu sering keluar masuk studio
Anda harus menerima panggilan telepon penting, maka Anda keluar dari studio. Lalu pasangan Anda meminta tolong dibelikan minuman. Lalu Anda kebelet ingin ke toilet. Mungkin Anda harus mengambil satu barang yang diantar oleh orang yang sedang menunggu di luar studio. Lalu anak Anda yang masih kecil juga ingin ke toilet. Bayangkan jika Anda duduk di bangku paling pojok suatu baris studio, berapa orang yang akan terganggu oleh Anda sebanyak sepuluh kali (lima kali keluar masuk studio). Berapa banyak – mungkin – sumpah serapah dan kutukan yang ditujukan kepada Anda. Anda tentu tidak ingin malu karena menjadi patung batu di tengah studio seperti Malin Kundang oleh sebuah kutukan seseorang yang merasa terganggu oleh Anda. Apalagi jika orang yang terganggu tersebut membawa tongkat sihir, mengarahkannya pada Anda dan mengucapkan “Avada Kedavra”. Pertimbangkan betul masalah keluar masuk studio ini.

· Tertawa terlalu keras
Ini juga parah. Saya tidak paham betul apakah memang selera humor sebagian penonton bioskop sudah stadium empat. Contohnya Kung Fu Panda 2. Banyak sekali adegan di film ini yang menurut saya tidak dibuat untuk memancing tawa. Namun nyaris sepanjang film selalu ada yang tertawa, bahkan cukup keras. Saya ambil pengalaman lain karena Kung Fu Panda 2 memang film yang lucu. Pada saat saya menonton Harry Potter, ambil adegan Hermione menyamar sebagai Bellatrix Lestrange. Adegan saat Hermione menyesuaikan diri saat berjalan dimana ia hampir tergelincir karena sepatu hak tinggi. Adegan itu mungkin lucu, namun tidak lebih dari tiga detik. Sayangnya atau mungkin parahnya beberapa penonton tertawa sangat keras sampai adegan dialog Hermione dengan Goblin di meja utama. Pengalaman paling menyebalkan adalah saat menonton film Naga Bonar Jadi 2. Ada seorang penonton yang tertawa begitu keras, sambil memegang perut dan menunjuk layar, bahkan sesekali menoleh ke belakang kursi. Apa yang ingin kau sampaikan, kawan? Bahwa adegan film itu sedemikian lucu bagimu dan semua penonton harus tahu bahwa perasaan hatimu terhibur olehnya? Meh…

Selain beberapa hal di atas, sebaiknya kita sebagai penonton bioskop yang dewasa juga membekali diri sebelum mulai menonton. Bekal yang dimaksudkan adalah pengetahuan tentang film yang akan diputar. Kebanyakan penonton bioskop adalah pemilik telepon seluler berjenis smartphone. Sebuah alat yang dapat dengan cepat membantu kita untuk mendapatkan informasi tentang film. Misalnya di sini atau di sini, bahkan di sini. Sehingga saat akan menonton, kita sudah mendapat gambaran tentang ceritanya, para pemainnya, bahkan orang-orang di belakang layar yang bekerja untuk mewujudkan filmnya. Ini membantu sekali.

Mungkin apa yang saya sampaikan tidak seluruhnya membuat pembaca menjadi penonton bioskop yang dewasa. Saya sendiri pun berusaha untuk menjadi penonton bioskop yang dewasa. Namun setidaknya, menjadi penonton bioskop yang dewasa adalah cara kita menghormati orang (penonton) lain. Pepatah mengatakan, “Anda Bayar, Kami Juga”. Jadi hak saya dan Anda sebagai penonton bioskop adalah sama. Marilah kita saling menghormati hak untuk mendapatkan hiburan dan maslahat dari film yang kita tonton bersama.#

Jakarta, 21 Agustus 2011
Setelah menonton Kung Fu Panda 2

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...